Kamis, 02 Desember 2010

bayanganmu

bayanganmu
batas siang dan malam
mengiringi penjelajahan

bayanganmu
pelukan kasih lekat
'tak terpisah
menyesakkan jiwa

bayanganmu
bahana dalam sepi
bangunkan lamunan

bayanganmu
ada dan tiada
pergi !

Rabu, 13 Oktober 2010

wahai Tuhanku

wahai Tuhanku...aku sebetulnya 'tak layak masuk surgaMu
tapi... aku juga 'tak sanggup menahan amuk nerakaMu
karena itu mohon terima taubatku ampunkan dosaku
sesungguhnya Engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar

Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir
maka berilah ampun oh Tuhanku yang Maha Agung
setiap hari umurku terus berkurang
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya?

Wahai Tuhanku,..hambamu yang pendosa ini
datang bersimpuh kehadapanMu
mengakui segala dosaku
mengadu dan memohon kepadaMu

kalau Engkau ampuni itu
karena Engkau sajalah yang bisa mengampun
tapi kalau tolak
kepada siapa lagi kami mohon ampun selain kepada Mu?

(Abu Nawas)

Jumat, 10 September 2010

30 titik ( rindu )

29 titik berlalu
tanpa makna yang pasti

namun,...
titik ke 30
benih sedih muncul
benih rindu tumbuh
aku 'tak kuasa

sedih karena kau 'kan pergi
rindu pelukan keberkahanmu
yang jadi pelita hati

aku 'tak kuasa...
hanya yang pasti
asa selalu terpatri
'tuk berjumpa dan berpelukan denganmu
disaat kau datang lagi

Rabu, 01 September 2010

bolak balik

bolak balik
hitam dan putih
hakekat lentera hidup
yang 'tak terbantah

putih disaat ingat
hitam disaat lupa

putih disaat dekat
hitam disaat jauh

putih disaat mengagungkan
hitam disaat menanyakan

bolak balik
hitam dan putih

putih
setengah putih
setengah hitam
hitam
jadi pilihan...

Senin, 23 Agustus 2010

30 titik ( asa )

engkaukah titik itu?
30 titik dengan warna semu
tiap titik terasa hampa

mengapa engkau masih memandang
hamparan cakrawala?
tanpa mau mengerti maknanya
makna hakiki tentangmu dan tentangnya

tidakkah engkau ingin?
merubah warnanya
menjadi warna putih yang pasti

bukankah engkau tahu?
bahwa titik itu..
'kan kembali kepada pencipta-Nya

Selasa, 01 Juni 2010

Panggung Kecongkakan

Panggung itu jadi sorotan
sang dalang boneka kembali
menunjukan kecongkakannya
sama dalam judul, lain cerita

Bahtera kemanusiaan kandas
'tak mampu menahan kebrutalan
para penganut kepercayaan
"sebagai manusia paling utama"

para penonton
terhenyak...
duka, simpati dan amarah
menjadi satu

Namun, seperti cerita yang lalu
para penonton hanya terpaku
karena......
mereka 'tak pernah sadar
'tlah menjadi boneka sang dalang

Jumat, 21 Mei 2010

ratapan anak garuda

kami, bagian dari jutaan anak garuda
induk kami selalu tampil gagah
dari rumah kumuh sampai gedung megah

namun...
kami ingin bertanya
bukankah bumi yang kami pijak
adalah zamrud khatulistiwa?

tapi...
mengapa begitu sulit bagi kami
untuk belajar melihat luasnya cakrawala?
mengapa begitu susah bagi kami
untuk belajar terbang mengarungi khatulistiwa?

kami 'tak mengerti....
kenapa zamrud khatulistiwa 'tak mau berbagi
ataukah memang 'tak dibagi?

Kamis, 15 April 2010

Mbah, maafkan kami....

Mbah......
hari ini kami datang
dengan 2 rombongan

2600-an adalah angka pertama
angka kebanggaan dan keangkuhan
400-an adalah angka kedua
angka yang merasa paling benar dan 'tak terkalahkan

tapi, mbah...
kami datang bukan untuk mendoakan
dan mengenang perjuanganmu
karena kami datang
untuk membuat pertunjukan

pertunjukan tentang gema suara-suara setan
pertunjukan tentang tarian-tarian setan
pertunjukan tentang tangan dan kaki-kaki setan

mbah, maafkan kami...

bunga tanjung yang indah dan wangi
yang biasanya menyebarkan wangi kedamaian
hari ini kami injak-injak tanpa perasaan

priuk yang berisi ajaran-ajaran mbah
yang biasanya menyatukan kami
hari ini kami telah pecahkan dengan nafsu kami

mbah,
kami telah khilaf
sekali lagi, maafkan kami....

Jumat, 26 Maret 2010

rumah kita

awan mendung membawa kabar
menghenyakkan jiwa
memusnahkan asa yang dibangun
'rumah kita terlihat kusam lagi'

Dinding yang telah dicat dengan baru
Atap yang terlihat mengkilap
Kerangka yang telah diganti
Pondasi yang telah dicetak biru
seakan 'tak bermakna

dalam hitungan detik
'rumah kita terlihat kusam lagi'

Tapi, kawan percayalah
kabar itu hanyalah setitik ujian
dalam sebuah perjuangan

janganlah yang kusam
menjadi kusam lagi

karena...
masih banyak bagian dinding lain berwarna
masih banyak atap lain yang 'kan melindungi
masih banyak kerangka lain yang siap menyokong
masih banyak bagian pondasi lain yang masih kokoh

yang 'kan terus mencoba
membuat indah rumah kita

Selasa, 16 Februari 2010

berhentilah

kau masih berlari?
mengejar bulan itu
bukankah dia telah tenggelam
dalam pekatnya mendung

berhentilah..
'tak perlu berlari lagi
berjalanlah dengan tapakmu
'tuk merasakan kontur alam
yang telah kau tetapkan
hiruplah wanginya bunga-bunga alam
yang telah kau putuskan untuk tanam
susunlah mozaik yang baru
'tuk melengkapi susunan cakrawalamu

tak perlu bertanya mengapa
karena bulan itu ada
dalam jiwamu sendiri