bayanganmu
batas siang dan malam
mengiringi penjelajahan
bayanganmu
pelukan kasih lekat
'tak terpisah
menyesakkan jiwa
bayanganmu
bahana dalam sepi
bangunkan lamunan
bayanganmu
ada dan tiada
pergi !
Sebuah kata kadang mengandung beribu makna. Disanalah hati akan mencernanya apakah itu sebuah cita ataukah duka.
Kamis, 02 Desember 2010
Rabu, 13 Oktober 2010
wahai Tuhanku
wahai Tuhanku...aku sebetulnya 'tak layak masuk surgaMu
tapi... aku juga 'tak sanggup menahan amuk nerakaMu
karena itu mohon terima taubatku ampunkan dosaku
sesungguhnya Engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar
Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir
maka berilah ampun oh Tuhanku yang Maha Agung
setiap hari umurku terus berkurang
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya?
Wahai Tuhanku,..hambamu yang pendosa ini
datang bersimpuh kehadapanMu
mengakui segala dosaku
mengadu dan memohon kepadaMu
kalau Engkau ampuni itu
karena Engkau sajalah yang bisa mengampun
tapi kalau tolak
kepada siapa lagi kami mohon ampun selain kepada Mu?
(Abu Nawas)
tapi... aku juga 'tak sanggup menahan amuk nerakaMu
karena itu mohon terima taubatku ampunkan dosaku
sesungguhnya Engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar
Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir
maka berilah ampun oh Tuhanku yang Maha Agung
setiap hari umurku terus berkurang
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya?
Wahai Tuhanku,..hambamu yang pendosa ini
datang bersimpuh kehadapanMu
mengakui segala dosaku
mengadu dan memohon kepadaMu
kalau Engkau ampuni itu
karena Engkau sajalah yang bisa mengampun
tapi kalau tolak
kepada siapa lagi kami mohon ampun selain kepada Mu?
(Abu Nawas)
Jumat, 10 September 2010
30 titik ( rindu )
29 titik berlalu
tanpa makna yang pasti
namun,...
titik ke 30
benih sedih muncul
benih rindu tumbuh
aku 'tak kuasa
sedih karena kau 'kan pergi
rindu pelukan keberkahanmu
yang jadi pelita hati
aku 'tak kuasa...
hanya yang pasti
asa selalu terpatri
'tuk berjumpa dan berpelukan denganmu
disaat kau datang lagi
tanpa makna yang pasti
namun,...
titik ke 30
benih sedih muncul
benih rindu tumbuh
aku 'tak kuasa
sedih karena kau 'kan pergi
rindu pelukan keberkahanmu
yang jadi pelita hati
aku 'tak kuasa...
hanya yang pasti
asa selalu terpatri
'tuk berjumpa dan berpelukan denganmu
disaat kau datang lagi
Rabu, 01 September 2010
bolak balik
bolak balik
hitam dan putih
hakekat lentera hidup
yang 'tak terbantah
putih disaat ingat
hitam disaat lupa
putih disaat dekat
hitam disaat jauh
putih disaat mengagungkan
hitam disaat menanyakan
bolak balik
hitam dan putih
putih
setengah putih
setengah hitam
hitam
jadi pilihan...
hitam dan putih
hakekat lentera hidup
yang 'tak terbantah
putih disaat ingat
hitam disaat lupa
putih disaat dekat
hitam disaat jauh
putih disaat mengagungkan
hitam disaat menanyakan
bolak balik
hitam dan putih
putih
setengah putih
setengah hitam
hitam
jadi pilihan...
Senin, 23 Agustus 2010
30 titik ( asa )
engkaukah titik itu?
30 titik dengan warna semu
tiap titik terasa hampa
mengapa engkau masih memandang
hamparan cakrawala?
tanpa mau mengerti maknanya
makna hakiki tentangmu dan tentangnya
tidakkah engkau ingin?
merubah warnanya
menjadi warna putih yang pasti
bukankah engkau tahu?
bahwa titik itu..
'kan kembali kepada pencipta-Nya
30 titik dengan warna semu
tiap titik terasa hampa
mengapa engkau masih memandang
hamparan cakrawala?
tanpa mau mengerti maknanya
makna hakiki tentangmu dan tentangnya
tidakkah engkau ingin?
merubah warnanya
menjadi warna putih yang pasti
bukankah engkau tahu?
bahwa titik itu..
'kan kembali kepada pencipta-Nya
Selasa, 01 Juni 2010
Panggung Kecongkakan
Panggung itu jadi sorotan
sang dalang boneka kembali
menunjukan kecongkakannya
sama dalam judul, lain cerita
Bahtera kemanusiaan kandas
'tak mampu menahan kebrutalan
para penganut kepercayaan
"sebagai manusia paling utama"
para penonton
terhenyak...
duka, simpati dan amarah
menjadi satu
Namun, seperti cerita yang lalu
para penonton hanya terpaku
karena......
mereka 'tak pernah sadar
'tlah menjadi boneka sang dalang
sang dalang boneka kembali
menunjukan kecongkakannya
sama dalam judul, lain cerita
Bahtera kemanusiaan kandas
'tak mampu menahan kebrutalan
para penganut kepercayaan
"sebagai manusia paling utama"
para penonton
terhenyak...
duka, simpati dan amarah
menjadi satu
Namun, seperti cerita yang lalu
para penonton hanya terpaku
karena......
mereka 'tak pernah sadar
'tlah menjadi boneka sang dalang
Jumat, 21 Mei 2010
ratapan anak garuda
kami, bagian dari jutaan anak garuda
induk kami selalu tampil gagah
dari rumah kumuh sampai gedung megah
namun...
kami ingin bertanya
bukankah bumi yang kami pijak
adalah zamrud khatulistiwa?
tapi...
mengapa begitu sulit bagi kami
untuk belajar melihat luasnya cakrawala?
mengapa begitu susah bagi kami
untuk belajar terbang mengarungi khatulistiwa?
kami 'tak mengerti....
kenapa zamrud khatulistiwa 'tak mau berbagi
ataukah memang 'tak dibagi?
induk kami selalu tampil gagah
dari rumah kumuh sampai gedung megah
namun...
kami ingin bertanya
bukankah bumi yang kami pijak
adalah zamrud khatulistiwa?
tapi...
mengapa begitu sulit bagi kami
untuk belajar melihat luasnya cakrawala?
mengapa begitu susah bagi kami
untuk belajar terbang mengarungi khatulistiwa?
kami 'tak mengerti....
kenapa zamrud khatulistiwa 'tak mau berbagi
ataukah memang 'tak dibagi?
Kamis, 15 April 2010
Mbah, maafkan kami....
Mbah......
hari ini kami datang
dengan 2 rombongan
2600-an adalah angka pertama
angka kebanggaan dan keangkuhan
400-an adalah angka kedua
angka yang merasa paling benar dan 'tak terkalahkan
tapi, mbah...
kami datang bukan untuk mendoakan
dan mengenang perjuanganmu
karena kami datang
untuk membuat pertunjukan
pertunjukan tentang gema suara-suara setan
pertunjukan tentang tarian-tarian setan
pertunjukan tentang tangan dan kaki-kaki setan
mbah, maafkan kami...
bunga tanjung yang indah dan wangi
yang biasanya menyebarkan wangi kedamaian
hari ini kami injak-injak tanpa perasaan
priuk yang berisi ajaran-ajaran mbah
yang biasanya menyatukan kami
hari ini kami telah pecahkan dengan nafsu kami
mbah,
kami telah khilaf
sekali lagi, maafkan kami....
hari ini kami datang
dengan 2 rombongan
2600-an adalah angka pertama
angka kebanggaan dan keangkuhan
400-an adalah angka kedua
angka yang merasa paling benar dan 'tak terkalahkan
tapi, mbah...
kami datang bukan untuk mendoakan
dan mengenang perjuanganmu
karena kami datang
untuk membuat pertunjukan
pertunjukan tentang gema suara-suara setan
pertunjukan tentang tarian-tarian setan
pertunjukan tentang tangan dan kaki-kaki setan
mbah, maafkan kami...
bunga tanjung yang indah dan wangi
yang biasanya menyebarkan wangi kedamaian
hari ini kami injak-injak tanpa perasaan
priuk yang berisi ajaran-ajaran mbah
yang biasanya menyatukan kami
hari ini kami telah pecahkan dengan nafsu kami
mbah,
kami telah khilaf
sekali lagi, maafkan kami....
Jumat, 26 Maret 2010
rumah kita
awan mendung membawa kabar
menghenyakkan jiwa
memusnahkan asa yang dibangun
'rumah kita terlihat kusam lagi'
Dinding yang telah dicat dengan baru
Atap yang terlihat mengkilap
Kerangka yang telah diganti
Pondasi yang telah dicetak biru
seakan 'tak bermakna
dalam hitungan detik
'rumah kita terlihat kusam lagi'
Tapi, kawan percayalah
kabar itu hanyalah setitik ujian
dalam sebuah perjuangan
janganlah yang kusam
menjadi kusam lagi
karena...
masih banyak bagian dinding lain berwarna
masih banyak atap lain yang 'kan melindungi
masih banyak kerangka lain yang siap menyokong
masih banyak bagian pondasi lain yang masih kokoh
yang 'kan terus mencoba
membuat indah rumah kita
menghenyakkan jiwa
memusnahkan asa yang dibangun
'rumah kita terlihat kusam lagi'
Dinding yang telah dicat dengan baru
Atap yang terlihat mengkilap
Kerangka yang telah diganti
Pondasi yang telah dicetak biru
seakan 'tak bermakna
dalam hitungan detik
'rumah kita terlihat kusam lagi'
Tapi, kawan percayalah
kabar itu hanyalah setitik ujian
dalam sebuah perjuangan
janganlah yang kusam
menjadi kusam lagi
karena...
masih banyak bagian dinding lain berwarna
masih banyak atap lain yang 'kan melindungi
masih banyak kerangka lain yang siap menyokong
masih banyak bagian pondasi lain yang masih kokoh
yang 'kan terus mencoba
membuat indah rumah kita
Selasa, 16 Februari 2010
berhentilah
kau masih berlari?
mengejar bulan itu
bukankah dia telah tenggelam
dalam pekatnya mendung
berhentilah..
'tak perlu berlari lagi
berjalanlah dengan tapakmu
'tuk merasakan kontur alam
yang telah kau tetapkan
hiruplah wanginya bunga-bunga alam
yang telah kau putuskan untuk tanam
susunlah mozaik yang baru
'tuk melengkapi susunan cakrawalamu
tak perlu bertanya mengapa
karena bulan itu ada
dalam jiwamu sendiri
mengejar bulan itu
bukankah dia telah tenggelam
dalam pekatnya mendung
berhentilah..
'tak perlu berlari lagi
berjalanlah dengan tapakmu
'tuk merasakan kontur alam
yang telah kau tetapkan
hiruplah wanginya bunga-bunga alam
yang telah kau putuskan untuk tanam
susunlah mozaik yang baru
'tuk melengkapi susunan cakrawalamu
tak perlu bertanya mengapa
karena bulan itu ada
dalam jiwamu sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)