Yang Ketiga...
adalah buah cinta yang 'tak terduga
Yang Ketiga
tumbuh diantara sabar dan syukur
Yang Ketiga...
adalah titian keikhlasan
Yang Ketiga...
adalah pemaknaan tawakal
Pelangi hidup 'kan lebih berwarna
menghias sudut-sudut cakrawala
Kidung-kidung cinta 'kan bergema
mengiringi tarian-tarian kehidupan
karena
Yang Ketiga...
adalah kenikmatan hidup
yang harus terjaga
Sebuah kata kadang mengandung beribu makna. Disanalah hati akan mencernanya apakah itu sebuah cita ataukah duka.
Senin, 03 Oktober 2011
Kamis, 30 Juni 2011
sang penari
tarianmu di hamparan rumput
bermandikan sinar bulan
terbayang
tarianmu di himpitan ilalang
berselimut kabut
terhalang
liukan tubuhmu
adalah pemaknaan alam
bermandikan sinar bulan
terbayang
tarianmu di himpitan ilalang
berselimut kabut
terhalang
liukan tubuhmu
adalah pemaknaan alam
Kamis, 24 Maret 2011
sesungguhnya
diantara langit dan bumi
ketika bunga kamboja mekar
berhias embun kesedihan
sesungguhnya...
titik air ini tak pernah kering
membasahi jiwa yang penuh asa
dalam dekapan penyesalan
sesungguhnya...
beribu-ribu kata teruntai
'tuk mencari jawaban
tentang waktu yang 'tak akan kembali
sesungguhnya...
langkah ini 'tak 'kan berhenti
menyusuri cakrawala
"tuk bersimpuh dan mememelukmu
ketika bunga kamboja mekar
berhias embun kesedihan
sesungguhnya...
titik air ini tak pernah kering
membasahi jiwa yang penuh asa
dalam dekapan penyesalan
sesungguhnya...
beribu-ribu kata teruntai
'tuk mencari jawaban
tentang waktu yang 'tak akan kembali
sesungguhnya...
langkah ini 'tak 'kan berhenti
menyusuri cakrawala
"tuk bersimpuh dan mememelukmu
Sabtu, 08 Januari 2011
ujung jalan
di ujung jalan
pelukMu selalu hadir
di ujung asa
dekapanMu begitu hangat
di saat sandaran maya pergi
tanganMu menggapai penuh cinta
tak kuasa...
titik air suci membelah bumi
mencambuk birahi kebodohan
diantara waktu yang tak pernah bicara
maafkan...
pelukanMu terbalas setengah hati
dekapanMu hangat tanpa makna
karena jiwa...
'tak mau berkaca
tentang makna diri
pelukMu selalu hadir
di ujung asa
dekapanMu begitu hangat
di saat sandaran maya pergi
tanganMu menggapai penuh cinta
tak kuasa...
titik air suci membelah bumi
mencambuk birahi kebodohan
diantara waktu yang tak pernah bicara
maafkan...
pelukanMu terbalas setengah hati
dekapanMu hangat tanpa makna
karena jiwa...
'tak mau berkaca
tentang makna diri
Langganan:
Postingan (Atom)