Rabu, 11 November 2009

secarik koran bekas

Secarik koran bekas...
masih berdiri menantang
saat teman-teman sepertinya
beradu dengan mata yang haus ilmu
"kabar-kabar itu sudah basi!"
katamu dengan senyum sinis
"mereka hanya pembungkus nasi"
teriakmu dengan lantang

dia masih tak percaya...
makna bengkaknya telapak kaki surga
dia masih tak percaya...
cerita lusuhnya celana berpeniti
dia masih tak percaya...
alunan-alunan doa suci
dia masih tak percaya....
butir-butir keringat asa
dia masih tak percaya...
'smua khan berganti menjadi madu hidup

kini.....
secarik koran bekas
memandang diam...
madu hidup 'tlah terbagi-bagi
membawa kecerian beribu hati

secarik koran bekas...
'tlah jadi monumen perjuangan
yang terus menemani
sampai akhir hayat nanti

Kamis, 01 Oktober 2009

ruh

Ia turun kepadamu (hai manusia) dari tempat yang tinggi,
(Bagaikan) merpati (jinak, tetapi) enggan dan menghindar,
Terselubung terhadap pelupuk setiap pemandang,

Padahal ia yang membuka wajah dan tanpa cadar,

Ia tiba kepadamu dengan terpaksa, dan boleh jadi,
enggan berpisah kendati ia penuh keluhan.
Enggan dan tidak senang (menyatu denganmu), tetapi begitu menyatu
Akhirnya terbiasa, bersanding dengan kebobrokan yang kumuh.
Kuduga ia lupa janji-janjinya ketika berada di alamnya yang tinggi.


Ia menangis bila mengingat janji-janji di alamnya yang luhur,
Mencucurkan air mata, deras, tiada henti.

Ia pun terus berkicau menangisi puing-puing,

Yang telah runtuh oleh kisaran angin dari empat penjuru.
Itu karena ia terhalangi oleh jeratan yang kuat dan dibendung,

Oleh sangkar, sehingga tak lepas ke angkasa luas.

Hingga jika telah mendekat jalan menuju asalnya...
Mendekat pula saat berpisah ke angkasa yang luas
Lalu berangkat berpisah dengan semua yang ditinggal...
Ditinggal remeh bersama tanah...dan tanpa berpamit...
Ketika itu... mendadak dibuka tabir, dan terlihatlah...
Apa yang tak terjangkau mata yang disentuh kantuk.
Ia pun berkicau di atas puncak yang amat tinggi...
Begitulah ilmu, meninggikan semua yang belum tinggi
(Boleh jadi ada yang bertanya-jika memang ruh gembira dengan kepulangannya),

Nah, mengapa ia diturunkan dari tempat yang tinggi,
Menuju ke dalaman yang sangat rendah dan hina?
Ia diturunkan Tuhan, untuk sebuah hikmah,
Yang tidak terjangkau oleh cendekia yang sangat bijak!
Tak pelak lagi, turunnya adalah keniscayaan,
Agar menjangkau apa yang belum dijangkaunya.
Guna meraih semua rahasia, rahasia kedua alam,
Sobekan bajunya tak perlu dijahit.
Masa menghadang perjalanannya, kendati demikian,
Ia terbenam, tidak serupa ketika terbitnya
Ia seakan kilat, cemerlang di bentengnya yang tinggi,
Lalu redup, menghilang bagai tak pernah berkilau.

Bergembiralah dengan jawaban yang kuungkap,
Karena api ilmu memiliki kilauan

(Ibn Sina)

Jumat, 28 Agustus 2009

pengakuan

hembusan angin membawa pengakuan
kalbu yang terhening dalam pengharapan
dalam bahtera hidup
setiap detik terkekang belenggu nafsu

Dalam bulan pengharapan
'ku bersimpuh
memandang layar-layar yang telah terkembang
kuterperanjat...
hanya ada secarik kain putih
diantara jutaan layar?

Ya Robb...
Dalam bulan penuh pengharapan
cucilah kalbu ini
jadikan cermin bahtera hidupku
hingga bertambah layar putih yang terkembang

Jumat, 26 Juni 2009

GARUDAKU

awan kelam membawa berita
Garudaku tak mampu terbang
menerjang cakrawala masa depan
Garudaku sedang sakit

sayap Garudaku lapuk penuh kutu
kutu keserakahan
kutu keakuan
kutu kekuasaan
menggrogoti bulu kebanggaan

badan Garudaku terjebak
dalam kerangkeng-kerangkeng
nafsu manusia-manusia bertopeng

mulut Garudaku membisu
ditengah nyanyian-nyanyian
rayuan setan

wahai Garudaku..
ayo bangkit !
kepakkan sayapmu kibaskan
kutu-kutu yang mengganggumu

wahai Garudaku
ayo cengkram !
nafsu-nafsu manusia bertopeng
biar terlepas topeng mereka

wahai Garudaku
ayo teriak dengan lantang !
'tuk hilangkan rayuan-rayuan setan

Bangkitlah wahai Garudaku
kepakkan sayapmu
'tuk naungi zamrud khatulistiwa
karena masih ada jiwa-jiwa suci
yang menjadi pendukungmu

Senin, 18 Mei 2009

sebuah ruang

sunyi merayap
membungkus raga
yang coba menatap asa

sedetik, ruang itu telah ada
mencengkram....
membawa alam khayal terbang tinggi
menutup pintu-pintu hati
melenyapkan suara hati
membutakan mata hati
aku 'tak kuasa !

ruang itu 'slalu datang
membawa asa...
melampui nurani

namun,
'kucoba menutup ruang itu
dengan menatap kebawah
'tuk hadirkan kata syukur

Selasa, 12 Mei 2009

bukan rakyat

dari rakyat
oleh rakyat
untuk rakyat
karena aku bukan rakyat

rakyat adalah kekasihku
karena tanpa dia
aku 'tak bisa hidup

rakyat adalah suaraku
karena tanpa dia
aku 'tak bermakna

rakyat adalah permataku
karena tanpa dia
aku 'tak bisa berniaga

hidupku untuk rakyat
aku berjuang untuk mereka
biar aku bertahta
biar aku berharta
biar aku sejahtera
karena aku bukan rakyat !

yah, aku bukan rakyat
tapi.....mengapa?
kau masih gadaikan hidupmu
kebahagian lima tahunmu
'kuganti satu hari
'kau bagitu bahagia
tapi, aku lebih bahagia
karena aku bukan rakyat !

Selasa, 05 Mei 2009

mengapa

mengapa...
'kau masih goyahkan pohon
yang mencoba berdiri
diantara tiupan badai kemunafikan

mengapa.....
'kau masih menarik tangan
yang coba menengadah
mencari lentera hatinya

mengapa....
'kau masih bersenandung
padahal makna lagu
telah terbang 'tak tentu arah

aku tahu...
hitam dan putih
adalah takdir

namun...
apakah kita harus sewarna?

Kamis, 30 April 2009

lupa

sapa...
apa arti sapa
dalam mozaik dunia
yang begitu rumit

sua....
apa arti sua
diantara detk
yang begitu sempit

kenangan...
apa arti sebuah kenangan
jika yang nyata
begitu dekat

terlupa...
adalah kata yang pantas
'tak perlu menengok kebelakang
'tuk bergandeng tangan seperti dulu
karena itu sebuah kenangan
yang pantas terlupakan

Selasa, 28 April 2009

mozaik mahkota kepala

ah...
kelam melanda raga
'tak kuasa menginjak bumi

dalam remang
selintas bayang melayang
membawa angin harapan

ribuan helai mahkota kepalamu
penuh cinta
melambai menghibur pesakitan
menggumankan senandung cinta
merapatkan hati yang tercerai
membawa asa yang 'tak terbayang

ah...,,
apakah itu hanya mimpi?
bukan.
itu asa yang pernah tepatri
yang 'tak kuasa menembus
tebalnya dinding penghalang

Tapi, biarlah
itu menjadi bagian dari mozaik hidup
yang 'kan terus terkenang

Jumat, 24 April 2009

cermin hati

dentang detik waktu
mendahului kokok si jantan penyebar berita pagi
'mbangunkan mimpi yang tergantung

dalam gelap
'kutunggangi gajah besi yang uzur
meniti sebuah asa

satu persatu peran hidup
berjalan mengiriku
ada harapan
ada kesedihan
ada senyuman
ada kebahagian
ada juga kecongkakan
'smua memberikan perannya

namun...
nurani ini harus berkaca
diantara peran hidup itu

karena....
disanalah kadang lentera hidup tersimpan
'tuk menerangi kelamnya hati
disanalah kadang mutiara hidup berada
'tuk bangkitkan diri
disanalah kadang nyanyian alam menggema
'tuk menghibur duka

yah, setiap hari
cermin itu begitu dekat
namun...
kadang aku 'tak mau menyapanya

Kamis, 23 April 2009

sapa sebuah asa

sedetik sua
titikkan beribu-ribu tinta kenangan
dalam jiwa yang melayang

dalam lautan keringat alam
'kucoba taburkan
butir-butir harapan
lepas....

gaung perpisahan menggema
'tak ada air mata
'tak ada sapa
hanya tatapan awan mengiringi

namun,
sedetik 'kucoba
hentikan langkah
'tuk berucap sebuah kata
"bulan 'kan bersinar"

jangan....
uraikan air mata
tapi...
pendamlah dalam sukma
"sebuah asa"
biar bulan 'slalu bersinar

apa

jiwa seperti apa yang 'kuterawang
keadilan seperti apa yang 'kulihat
semua seperti air.....

mengalir menembus ranah jiwa
yang 'tak kuasa mengerti
tentang hakikat nurani
dalam sandiwara dunia
yang penuh topeng hidup...

Untukmu Kawan

Kawan…..
Manusia diciptakan oleh sang Kholik
dengan dibekali hawa nafsu dan akal
tapi itu adalah kelebihan manusia

Kawan......
Masalah dalam hidup
Adalah kembang kehidupan
Ada yang berbau wangi !
Ada yang berbau busuk !
Ada yang setengah wangi, setengah busuk !
Ada yang tidak berbau !
Dan itu menyimpan beribu makna

Kawan....
Masalah yang ada dalam hidup adalah takdir
Kita harus “Mengimaninya”
Apakah sebagai
Cobaan…..?
Teguran….?
Adzab……?
Hanya dengan….
Doa, Ikhtiar dan Tawakal
Manusia bisa mengetahuinya

Kawan…..
Cinta sejati adalah cinta kepada Sang Kholik
Cinta kepada manusia adalah jembatan
‘Tuk mencari cinta-NYA
maka….
Janganlah dimabuk cinta semu

Kawan….
Janganlah terbelenggu keraguan
Karena…
Dalam keraguan banyak setan menari-nari