Secarik koran bekas...
masih berdiri menantang
saat teman-teman sepertinya
beradu dengan mata yang haus ilmu
"kabar-kabar itu sudah basi!"
katamu dengan senyum sinis
"mereka hanya pembungkus nasi"
teriakmu dengan lantang
dia masih tak percaya...
makna bengkaknya telapak kaki surga
dia masih tak percaya...
cerita lusuhnya celana berpeniti
dia masih tak percaya...
alunan-alunan doa suci
dia masih tak percaya....
butir-butir keringat asa
dia masih tak percaya...
'smua khan berganti menjadi madu hidup
kini.....
secarik koran bekas
memandang diam...
madu hidup 'tlah terbagi-bagi
membawa kecerian beribu hati
secarik koran bekas...
'tlah jadi monumen perjuangan
yang terus menemani
sampai akhir hayat nanti
Sebuah kata kadang mengandung beribu makna. Disanalah hati akan mencernanya apakah itu sebuah cita ataukah duka.
Rabu, 11 November 2009
Kamis, 01 Oktober 2009
ruh
Ia turun kepadamu (hai manusia) dari tempat yang tinggi,
(Bagaikan) merpati (jinak, tetapi) enggan dan menghindar,
Terselubung terhadap pelupuk setiap pemandang,
Padahal ia yang membuka wajah dan tanpa cadar,
Ia tiba kepadamu dengan terpaksa, dan boleh jadi,
enggan berpisah kendati ia penuh keluhan.
Enggan dan tidak senang (menyatu denganmu), tetapi begitu menyatu
Akhirnya terbiasa, bersanding dengan kebobrokan yang kumuh.
Kuduga ia lupa janji-janjinya ketika berada di alamnya yang tinggi.
Ia menangis bila mengingat janji-janji di alamnya yang luhur,
Mencucurkan air mata, deras, tiada henti.
Ia pun terus berkicau menangisi puing-puing,
Yang telah runtuh oleh kisaran angin dari empat penjuru.
Itu karena ia terhalangi oleh jeratan yang kuat dan dibendung,
Oleh sangkar, sehingga tak lepas ke angkasa luas.
Hingga jika telah mendekat jalan menuju asalnya...
Mendekat pula saat berpisah ke angkasa yang luas
Lalu berangkat berpisah dengan semua yang ditinggal...
Ditinggal remeh bersama tanah...dan tanpa berpamit...
Ketika itu... mendadak dibuka tabir, dan terlihatlah...
Apa yang tak terjangkau mata yang disentuh kantuk.
Ia pun berkicau di atas puncak yang amat tinggi...
Begitulah ilmu, meninggikan semua yang belum tinggi
(Boleh jadi ada yang bertanya-jika memang ruh gembira dengan kepulangannya),
Nah, mengapa ia diturunkan dari tempat yang tinggi,
Menuju ke dalaman yang sangat rendah dan hina?
Ia diturunkan Tuhan, untuk sebuah hikmah,
Yang tidak terjangkau oleh cendekia yang sangat bijak!
Tak pelak lagi, turunnya adalah keniscayaan,
Agar menjangkau apa yang belum dijangkaunya.
Guna meraih semua rahasia, rahasia kedua alam,
Sobekan bajunya tak perlu dijahit.
Masa menghadang perjalanannya, kendati demikian,
Ia terbenam, tidak serupa ketika terbitnya
Ia seakan kilat, cemerlang di bentengnya yang tinggi,
Lalu redup, menghilang bagai tak pernah berkilau.
Bergembiralah dengan jawaban yang kuungkap,
Karena api ilmu memiliki kilauan
(Ibn Sina)
(Bagaikan) merpati (jinak, tetapi) enggan dan menghindar,
Terselubung terhadap pelupuk setiap pemandang,
Padahal ia yang membuka wajah dan tanpa cadar,
Ia tiba kepadamu dengan terpaksa, dan boleh jadi,
enggan berpisah kendati ia penuh keluhan.
Enggan dan tidak senang (menyatu denganmu), tetapi begitu menyatu
Akhirnya terbiasa, bersanding dengan kebobrokan yang kumuh.
Kuduga ia lupa janji-janjinya ketika berada di alamnya yang tinggi.
Ia menangis bila mengingat janji-janji di alamnya yang luhur,
Mencucurkan air mata, deras, tiada henti.
Ia pun terus berkicau menangisi puing-puing,
Yang telah runtuh oleh kisaran angin dari empat penjuru.
Itu karena ia terhalangi oleh jeratan yang kuat dan dibendung,
Oleh sangkar, sehingga tak lepas ke angkasa luas.
Hingga jika telah mendekat jalan menuju asalnya...
Mendekat pula saat berpisah ke angkasa yang luas
Lalu berangkat berpisah dengan semua yang ditinggal...
Ditinggal remeh bersama tanah...dan tanpa berpamit...
Ketika itu... mendadak dibuka tabir, dan terlihatlah...
Apa yang tak terjangkau mata yang disentuh kantuk.
Ia pun berkicau di atas puncak yang amat tinggi...
Begitulah ilmu, meninggikan semua yang belum tinggi
(Boleh jadi ada yang bertanya-jika memang ruh gembira dengan kepulangannya),
Nah, mengapa ia diturunkan dari tempat yang tinggi,
Menuju ke dalaman yang sangat rendah dan hina?
Ia diturunkan Tuhan, untuk sebuah hikmah,
Yang tidak terjangkau oleh cendekia yang sangat bijak!
Tak pelak lagi, turunnya adalah keniscayaan,
Agar menjangkau apa yang belum dijangkaunya.
Guna meraih semua rahasia, rahasia kedua alam,
Sobekan bajunya tak perlu dijahit.
Masa menghadang perjalanannya, kendati demikian,
Ia terbenam, tidak serupa ketika terbitnya
Ia seakan kilat, cemerlang di bentengnya yang tinggi,
Lalu redup, menghilang bagai tak pernah berkilau.
Bergembiralah dengan jawaban yang kuungkap,
Karena api ilmu memiliki kilauan
(Ibn Sina)
Jumat, 28 Agustus 2009
pengakuan
hembusan angin membawa pengakuan
kalbu yang terhening dalam pengharapan
dalam bahtera hidup
setiap detik terkekang belenggu nafsu
Dalam bulan pengharapan
'ku bersimpuh
memandang layar-layar yang telah terkembang
kuterperanjat...
hanya ada secarik kain putih
diantara jutaan layar?
Ya Robb...
Dalam bulan penuh pengharapan
cucilah kalbu ini
jadikan cermin bahtera hidupku
hingga bertambah layar putih yang terkembang
kalbu yang terhening dalam pengharapan
dalam bahtera hidup
setiap detik terkekang belenggu nafsu
Dalam bulan pengharapan
'ku bersimpuh
memandang layar-layar yang telah terkembang
kuterperanjat...
hanya ada secarik kain putih
diantara jutaan layar?
Ya Robb...
Dalam bulan penuh pengharapan
cucilah kalbu ini
jadikan cermin bahtera hidupku
hingga bertambah layar putih yang terkembang
Jumat, 26 Juni 2009
GARUDAKU
awan kelam membawa berita
Garudaku tak mampu terbang
menerjang cakrawala masa depan
Garudaku sedang sakit
sayap Garudaku lapuk penuh kutu
kutu keserakahan
kutu keakuan
kutu kekuasaan
menggrogoti bulu kebanggaan
badan Garudaku terjebak
dalam kerangkeng-kerangkeng
nafsu manusia-manusia bertopeng
mulut Garudaku membisu
ditengah nyanyian-nyanyian
rayuan setan
wahai Garudaku..
ayo bangkit !
kepakkan sayapmu kibaskan
kutu-kutu yang mengganggumu
wahai Garudaku
ayo cengkram !
nafsu-nafsu manusia bertopeng
biar terlepas topeng mereka
wahai Garudaku
ayo teriak dengan lantang !
'tuk hilangkan rayuan-rayuan setan
Bangkitlah wahai Garudaku
kepakkan sayapmu
'tuk naungi zamrud khatulistiwa
karena masih ada jiwa-jiwa suci
yang menjadi pendukungmu
Garudaku tak mampu terbang
menerjang cakrawala masa depan
Garudaku sedang sakit
sayap Garudaku lapuk penuh kutu
kutu keserakahan
kutu keakuan
kutu kekuasaan
menggrogoti bulu kebanggaan
badan Garudaku terjebak
dalam kerangkeng-kerangkeng
nafsu manusia-manusia bertopeng
mulut Garudaku membisu
ditengah nyanyian-nyanyian
rayuan setan
wahai Garudaku..
ayo bangkit !
kepakkan sayapmu kibaskan
kutu-kutu yang mengganggumu
wahai Garudaku
ayo cengkram !
nafsu-nafsu manusia bertopeng
biar terlepas topeng mereka
wahai Garudaku
ayo teriak dengan lantang !
'tuk hilangkan rayuan-rayuan setan
Bangkitlah wahai Garudaku
kepakkan sayapmu
'tuk naungi zamrud khatulistiwa
karena masih ada jiwa-jiwa suci
yang menjadi pendukungmu
Senin, 18 Mei 2009
sebuah ruang
sunyi merayap
membungkus raga
yang coba menatap asa
sedetik, ruang itu telah ada
mencengkram....
membawa alam khayal terbang tinggi
menutup pintu-pintu hati
melenyapkan suara hati
membutakan mata hati
aku 'tak kuasa !
ruang itu 'slalu datang
membawa asa...
melampui nurani
namun,
'kucoba menutup ruang itu
dengan menatap kebawah
'tuk hadirkan kata syukur
membungkus raga
yang coba menatap asa
sedetik, ruang itu telah ada
mencengkram....
membawa alam khayal terbang tinggi
menutup pintu-pintu hati
melenyapkan suara hati
membutakan mata hati
aku 'tak kuasa !
ruang itu 'slalu datang
membawa asa...
melampui nurani
namun,
'kucoba menutup ruang itu
dengan menatap kebawah
'tuk hadirkan kata syukur
Selasa, 12 Mei 2009
bukan rakyat
dari rakyat
oleh rakyat
untuk rakyat
karena aku bukan rakyat
rakyat adalah kekasihku
karena tanpa dia
aku 'tak bisa hidup
rakyat adalah suaraku
karena tanpa dia
aku 'tak bermakna
rakyat adalah permataku
karena tanpa dia
aku 'tak bisa berniaga
hidupku untuk rakyat
aku berjuang untuk mereka
biar aku bertahta
biar aku berharta
biar aku sejahtera
karena aku bukan rakyat !
yah, aku bukan rakyat
tapi.....mengapa?
kau masih gadaikan hidupmu
kebahagian lima tahunmu
'kuganti satu hari
'kau bagitu bahagia
tapi, aku lebih bahagia
karena aku bukan rakyat !
oleh rakyat
untuk rakyat
karena aku bukan rakyat
rakyat adalah kekasihku
karena tanpa dia
aku 'tak bisa hidup
rakyat adalah suaraku
karena tanpa dia
aku 'tak bermakna
rakyat adalah permataku
karena tanpa dia
aku 'tak bisa berniaga
hidupku untuk rakyat
aku berjuang untuk mereka
biar aku bertahta
biar aku berharta
biar aku sejahtera
karena aku bukan rakyat !
yah, aku bukan rakyat
tapi.....mengapa?
kau masih gadaikan hidupmu
kebahagian lima tahunmu
'kuganti satu hari
'kau bagitu bahagia
tapi, aku lebih bahagia
karena aku bukan rakyat !
Selasa, 05 Mei 2009
mengapa
mengapa...
'kau masih goyahkan pohon
yang mencoba berdiri
diantara tiupan badai kemunafikan
mengapa.....
'kau masih menarik tangan
yang coba menengadah
mencari lentera hatinya
mengapa....
'kau masih bersenandung
padahal makna lagu
telah terbang 'tak tentu arah
aku tahu...
hitam dan putih
adalah takdir
namun...
apakah kita harus sewarna?
'kau masih goyahkan pohon
yang mencoba berdiri
diantara tiupan badai kemunafikan
mengapa.....
'kau masih menarik tangan
yang coba menengadah
mencari lentera hatinya
mengapa....
'kau masih bersenandung
padahal makna lagu
telah terbang 'tak tentu arah
aku tahu...
hitam dan putih
adalah takdir
namun...
apakah kita harus sewarna?
Kamis, 30 April 2009
lupa
sapa...
apa arti sapa
dalam mozaik dunia
yang begitu rumit
sua....
apa arti sua
diantara detk
yang begitu sempit
kenangan...
apa arti sebuah kenangan
jika yang nyata
begitu dekat
terlupa...
adalah kata yang pantas
'tak perlu menengok kebelakang
'tuk bergandeng tangan seperti dulu
karena itu sebuah kenangan
yang pantas terlupakan
apa arti sapa
dalam mozaik dunia
yang begitu rumit
sua....
apa arti sua
diantara detk
yang begitu sempit
kenangan...
apa arti sebuah kenangan
jika yang nyata
begitu dekat
terlupa...
adalah kata yang pantas
'tak perlu menengok kebelakang
'tuk bergandeng tangan seperti dulu
karena itu sebuah kenangan
yang pantas terlupakan
Selasa, 28 April 2009
mozaik mahkota kepala
ah...
kelam melanda raga
'tak kuasa menginjak bumi
dalam remang
selintas bayang melayang
membawa angin harapan
ribuan helai mahkota kepalamu
penuh cinta
melambai menghibur pesakitan
menggumankan senandung cinta
merapatkan hati yang tercerai
membawa asa yang 'tak terbayang
ah...,,
apakah itu hanya mimpi?
bukan.
itu asa yang pernah tepatri
yang 'tak kuasa menembus
tebalnya dinding penghalang
Tapi, biarlah
itu menjadi bagian dari mozaik hidup
yang 'kan terus terkenang
kelam melanda raga
'tak kuasa menginjak bumi
dalam remang
selintas bayang melayang
membawa angin harapan
ribuan helai mahkota kepalamu
penuh cinta
melambai menghibur pesakitan
menggumankan senandung cinta
merapatkan hati yang tercerai
membawa asa yang 'tak terbayang
ah...,,
apakah itu hanya mimpi?
bukan.
itu asa yang pernah tepatri
yang 'tak kuasa menembus
tebalnya dinding penghalang
Tapi, biarlah
itu menjadi bagian dari mozaik hidup
yang 'kan terus terkenang
Jumat, 24 April 2009
cermin hati
dentang detik waktu
mendahului kokok si jantan penyebar berita pagi
'mbangunkan mimpi yang tergantung
dalam gelap
'kutunggangi gajah besi yang uzur
meniti sebuah asa
satu persatu peran hidup
berjalan mengiriku
ada harapan
ada kesedihan
ada senyuman
ada kebahagian
ada juga kecongkakan
'smua memberikan perannya
namun...
nurani ini harus berkaca
diantara peran hidup itu
karena....
disanalah kadang lentera hidup tersimpan
'tuk menerangi kelamnya hati
disanalah kadang mutiara hidup berada
'tuk bangkitkan diri
disanalah kadang nyanyian alam menggema
'tuk menghibur duka
yah, setiap hari
cermin itu begitu dekat
namun...
kadang aku 'tak mau menyapanya
mendahului kokok si jantan penyebar berita pagi
'mbangunkan mimpi yang tergantung
dalam gelap
'kutunggangi gajah besi yang uzur
meniti sebuah asa
satu persatu peran hidup
berjalan mengiriku
ada harapan
ada kesedihan
ada senyuman
ada kebahagian
ada juga kecongkakan
'smua memberikan perannya
namun...
nurani ini harus berkaca
diantara peran hidup itu
karena....
disanalah kadang lentera hidup tersimpan
'tuk menerangi kelamnya hati
disanalah kadang mutiara hidup berada
'tuk bangkitkan diri
disanalah kadang nyanyian alam menggema
'tuk menghibur duka
yah, setiap hari
cermin itu begitu dekat
namun...
kadang aku 'tak mau menyapanya
Kamis, 23 April 2009
sapa sebuah asa
sedetik sua
titikkan beribu-ribu tinta kenangan
dalam jiwa yang melayang
dalam lautan keringat alam
'kucoba taburkan
butir-butir harapan
lepas....
gaung perpisahan menggema
'tak ada air mata
'tak ada sapa
hanya tatapan awan mengiringi
namun,
sedetik 'kucoba
hentikan langkah
'tuk berucap sebuah kata
"bulan 'kan bersinar"
jangan....
uraikan air mata
tapi...
pendamlah dalam sukma
"sebuah asa"
biar bulan 'slalu bersinar
titikkan beribu-ribu tinta kenangan
dalam jiwa yang melayang
dalam lautan keringat alam
'kucoba taburkan
butir-butir harapan
lepas....
gaung perpisahan menggema
'tak ada air mata
'tak ada sapa
hanya tatapan awan mengiringi
namun,
sedetik 'kucoba
hentikan langkah
'tuk berucap sebuah kata
"bulan 'kan bersinar"
jangan....
uraikan air mata
tapi...
pendamlah dalam sukma
"sebuah asa"
biar bulan 'slalu bersinar
apa
jiwa seperti apa yang 'kuterawang
keadilan seperti apa yang 'kulihat
semua seperti air.....
mengalir menembus ranah jiwa
yang 'tak kuasa mengerti
tentang hakikat nurani
dalam sandiwara dunia
yang penuh topeng hidup...
keadilan seperti apa yang 'kulihat
semua seperti air.....
mengalir menembus ranah jiwa
yang 'tak kuasa mengerti
tentang hakikat nurani
dalam sandiwara dunia
yang penuh topeng hidup...
Untukmu Kawan
Kawan…..
Manusia diciptakan oleh sang Kholik
dengan dibekali hawa nafsu dan akal
tapi itu adalah kelebihan manusia
Kawan......
Masalah dalam hidup
Adalah kembang kehidupan
Ada yang berbau wangi !
Ada yang berbau busuk !
Ada yang setengah wangi, setengah busuk !
Ada yang tidak berbau !
Dan itu menyimpan beribu makna
Kawan....
Masalah yang ada dalam hidup adalah takdir
Kita harus “Mengimaninya”
Apakah sebagai
Cobaan…..?
Teguran….?
Adzab……?
Hanya dengan….
Doa, Ikhtiar dan Tawakal
Manusia bisa mengetahuinya
Kawan…..
Cinta sejati adalah cinta kepada Sang Kholik
Cinta kepada manusia adalah jembatan
‘Tuk mencari cinta-NYA
maka….
Janganlah dimabuk cinta semu
Kawan….
Janganlah terbelenggu keraguan
Karena…
Dalam keraguan banyak setan menari-nari
Langganan:
Postingan (Atom)