sampai tiga puluh dua
engkau 'tak menemukan maknanya
hanya gersang menggiring jiwa
sedih 'tak terasa
kebodohan jadi penyanjung
semua sama
seperti angka kemarin
mengapa?
haruskah amarah membara
tanpa sandaran?
haruskah air mata meluncur
dibalik kepongahan?
tidak !
semua itu karena...
engkau masih terbelenggu cinta
kefanaan dunia
tanpa mau mengerti awal dicipta
semua itu karena...
engkau masih senang bermain-main
dalam sandiwara cakrawala
tanpa mau mengerti akhir cerita
bangunlah !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar