sedetik sua
titikkan beribu-ribu tinta kenangan
dalam jiwa yang melayang
dalam lautan keringat alam
'kucoba taburkan
butir-butir harapan
lepas....
gaung perpisahan menggema
'tak ada air mata
'tak ada sapa
hanya tatapan awan mengiringi
namun,
sedetik 'kucoba
hentikan langkah
'tuk berucap sebuah kata
"bulan 'kan bersinar"
jangan....
uraikan air mata
tapi...
pendamlah dalam sukma
"sebuah asa"
biar bulan 'slalu bersinar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar